Pelatihan Entrepreneurship dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Bagi Pengelola Pondok Pesantren”

Pasuruan, JelajahPesantren.Com  –  Paradigma employmentism memberikan gambaran bahwa besaranya angka kemiskinan akibat dari tingginya tingkat pengangguran. Hal tidak lepas adanya mainset mayoritas angkatan kerja hanya sebagai job seeker (pencari kerja). Karenanya diperlukan mainset lainya. Adalah job creator.

Ikhtiar akan transformasi mainset tersebut, Prof. Dr. Moeljadi, SE,SU,M.Sc Guru Besar FEB UB (Universitas Brawijaya) menyambagi Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan dengan mengadakan Pelatihan Entrepreneurship dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Bagi Pengelola Pondok Pesantren”.

Bertempat di gedung Ikatan Alumni Santri Ponpes Sidogiri, Jumat (5/10/ 2018) acara pelatihan tersebut berlangsung sangat edukatif dan mencerahkan. Selain Prof. Dr. Moeljadi, SE,SU,M.Sc sebagai pembicara utama, juga dihadirkan Helmi Muhammad, SE.,MM owner Naima Food Group yang juga Wakil Rektor 2 Unira Malang.

Dalam penyampaiannya, Prof Mul – sapaan akrabnya, menekankan akan pentingknya jiwa kewirausahaan bagi santri dan pengelola pondok pesantren. “Semangat kewirausahaan harus dimiliki oleh setiap orang, karena selain merupakan perintah agama juga sebagai bentuk kemandirian yang bisa meningkatkan value, kedisiplinan dan ketekunan”, ungkap Prof Mul.

Masih menurut Prof Mul, “Jiwa kewirausahaan lainnya yang sangat fundamental adalah fokus, dan fokus adalah nilai-nilai yang harus melekat pada pengusahan dan bahkan setiap individu yang berorietasi sukses”.

Sementara itu, di depan pengelola pondok pesantren, Helmi Muhammad, SE.MM memberikan ilustrasi pentingnya suatu negara memiliki pengusaha-pengusaha tangguh. Karena keberadaan pengusaha tersebut akan menopang perekonomian suatu negara.

“Wirausaha adalah seorang yang merasakan adanya peluang, mengejar peluang-peluang yang sesuai  dengan situasi dirinya, dan percaya bahwa kesuksesan merupakan suatu hal yang dapat dicapai”, pungkas Gus Helmi – sapaan karibnya.

Acara dilanjutkan dengan melihat secara langsung aktivitas santri di pondok pesantren dan business-process koperasi Basmalah, yang menjadi ikon Pondok Pesantren Sidogiri. Acara semakin interaktif dengan adanya dialog dengan santri Sidogiri yang didampingi oleh Ustadz Al Bilaluddin selaku Humas Ponpes Sidogiri dan Ustadz A.Khabir Khozin selaku Ketua II IASS Sidogiri. Antusiasme peserta membuncah dan merespon baik acara pengabdian di Pesantren. “Kami berharap ada kegiatan serupa di lain waktu,” ungkap salah satu santri. (H-Muhammad)