Mimbar

/Mimbar
15 07, 2019

Generasi Milenial dalam Pandangan Islam

By | 15 Juli 2019|Artikel Pilihan, Mimbar|0 Comments

JelajahPesantren Masa muda adalah masa yang sangat penting dalam kehidupan manusia seperti yang diungkapkan oleh Prof. Benedict R. Anderson dalam Java in time of revolution, mengatakan bahwa dalam konteks kebudayaan Jawa, generasi muda adalah suatu gerbang dalam kehidupan, sementara dalam arti yang lain generasi muda merupakan gaya kultural yang otonom, yang dapat didefinisikan [...]

5 04, 2018

Bagian XXIX Integrasi Nahwu Spiritual Dengan Nahwu Gramatikal : al-Badalu – Gantilah Karakter Burukmu

By | 5 April 2018|Mimbar|0 Comments

al-Badalu JelajahPesantren.Com – al-Badalu: Gantilah Karakter Burukmu. Badal adalah lafadz yang mengikuti lafadz sebelumnya dalam konteks i’rob dengan tanpa pelantara huruf athaf, dan lafadz tersebut terkena hukum yang sebelumnya hukum itu dinisbahkan pada lafadz yang diikuti [al-mubdal minhu] (Ali Jumah, 56: 1426 H). Masih menurut Ali Jumah, dalam nahwu gramatikal, badal memiliki empat [...]

16 03, 2018

Integrasi Nahwu Spiritual dengan Nahwu Gramatikal Bagian XXVII: at-Tawkīdu: Mengukuhkan bangunan spiritual

By | 16 Maret 2018|Mimbar|0 Comments

JelajahPesantren.Com – Secara ringkas Ali Jumah mendefinisikan at-tawkīdu dengan: “lafadz yang mengikuti lafadz sebelumnya, yang tujuan penyebutannya dalam sebuah pembicaraan adalah untuk menghindari salah paham bagi pendengar”. Dalam nahwu gramatikal, taukid dibedakan dalam dua bentuk: taukid lafdzi dan taukid maknawi (Ali Jumah, 56: 1426 H). Bagian pertama dari taukid adalah taukid lafdzi, yaitu sebuah penguatan [...]

10 03, 2018

Integrasi Nahwu Spiritual dengan Nahwu Gramatikal Bagian XXVI: al-Aṭfu: Cinta dan Kasih akan ‘Menyatukan’ Pecinta dan Tercinta

By | 10 Maret 2018|Mimbar|0 Comments

al-Aṭfu: Cinta dan Kasih JelajahPesantren.Com – al-Aṭfu: Cinta dan Kasih akan ‘Menyatukan’ Pecinta dan Tercinta. Pembahasan seputar athaf nasaq dalam nahwu gramatikal kali ini secara ringkas dan padat akan kami ketengahkan berdasarkan pemaparan Kyai Ibnu Malik dalam al-Fiyahnya. Secara berturutan akan diketengahhkan perihal definisi atahf nasaq, huruf athaf nasaq, faedah huruf atahf nasaq, dan [...]

10 03, 2018

Iqra’ iqra’ Ya Muhammad!

By | 10 Maret 2018|Berita, Mimbar|0 Comments

iqro' JelajahPesantren.Com – Roqqot ‘ainaa yashaukhon || Wali Toibatadhar fata ‘ishqon || Fa’ataytu ila habibi, fahda’ ya qalbu warifqon || Salli ‘ala Muhammad || Assalamu alayka ya, Ya Rosululloh || Assalamu alayka ya habibi, Ya NabiyyaAllah ( ... 2x) || Ya Rasulullah || Qolbun bil Haqqi ta’allaq || Wabi ghari hira’a ta’allaq || [...]

10 02, 2018

Integrasi Nahwu Spiritual dengan Nahwu Gramatikal Bagian XXV: an-Naˋtu Aw aṣ-Ṣifatu: Perbaiki Sifatmu!

By | 10 Februari 2018|Mimbar|0 Comments

integrasi nahwu JelajahPesantren.Com – an-Naˋtu Aw aṣ-Ṣifatu: Perbaiki Sifatmu! Untuk lebih mempersingkat pembahasan nahwu gramatikal dalam pembahasan naat atau sifat, maka kajian kali ini hanya akan merujuk pada bab naat atau sifat menurut Ibnu Malik dalam Khulāṣotu Alfiyati Ibni Mālik sebagaimana berikut: يَتْبَعُ في الإعْرَابِ الأَسْمَاءَ الأُوَل نَعْتٌ وَتَوكِيْدٌوَعَطْفٌ وَبَدَل Lafadz yang mengikuti [...]

9 02, 2018

Pesantren Wisata sebuah Gagasan Peneguhan Eksistensi

By | 9 Februari 2018|Artikel Pilihan, Berita, Mimbar|0 Comments

Pesantren Wisata JelajahPesantren.Com – Pesantren eksis dan kekinian di era digital membuktikan bahwa masyarakat pesantren (Pimpinan dan pengurus, santri, alumni, walisantri dan masyarakat sekitar pesantren) terus berbenah seiring perubahan zaman. Ini merupakan salah satu kunci sukses eksistensi pesantren, kemampuan berbenah dalam menghadapi perubahan. Ilmu manajemen sering membahas perubahan karena salah satu outputnya adalah [...]

28 01, 2018

Integrasi Nahwu Spiritual dengan Nahwu Gramatikal Bagian XXIV: Siapa Menanam Maka Akan Memanen

By | 28 Januari 2018|Mimbar|0 Comments

Nahwu Integrasi JelajahPesantren.Com – asy-Syaraṭ wa al-Jazā’: Siapa Menanam Maka Akan Memanen. Menurut Kyai Imriti, pengarang Kitab al-Imrīṭī, menyatakan bahwa faktor yang menjazemkan fiil mudlori’ [ˋawāmilu al-jazmi] itu ada enam belas. Empat bagian menjazemkan satu fiil mudlori’. Sedangkan empat belas sisanya menjazemkan dua fiil mudlori’ [Kyai Imriti: 13-14: 1994]. Bagian fiil pertama disebut [...]

7 01, 2018

Integrasi Nahwu Spiritual dengan Nahwu Gramatikal Bagian XXIII: Waktu, dalam Sudut Pandang Kaum Sufi

By | 7 Januari 2018|Artikel Pilihan, Mimbar|0 Comments

Bābu al-Af’āl JelajahPesantren.Com – Bābu al-Af’āl: Waktu, dalam Sudut Pandang Kaum Sufi. Dengan sangat ringkas Kyai Sonhaji menyatakan dalam Matan al-Jurumiyahnya yang sangat masyhur bahwa “fiil itu ada tiga macam”: fiil madli, mudlori’, dan amar seperti dalam contoh ḍoroba, yaḍribu, iḍrib [sudah memukul, sedang dan akan memukul, pukullah]. Harokat dasar fiil madli adalah [...]

20 12, 2017

Integrasi Nahwu Spiritual dengan Nahwu Gramatikal Bagian XXII : Inna Wa Akhowātuhā

By | 20 Desember 2017|Mimbar|0 Comments

Inna Wa Akhowātuhā JelajahPesantren.Com –  (Inna Wa Akhowātuhā: Beda Harapan dengan Khayalan). Dalam nahwu gramatikal, bagian kedua yang merusak tarkib dan I’rob mubtadak [nāsikhu al-ibtidā’] adalah inna wa akhowātuhā. Artinya setiap jumlah ismiyah [tarkib mubtada’ dan khobar] yang kemasukan inna wa akhowātuhā harus dibaca nashob isimnya dan dibaca rofak khobarnya [tanṣibu al-isma wa [...]